

SISTEM ANTRIAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT BUMI WARAS
BANDAR LAMPUNG
Disusun Oleh :
SEFTA
PURNAMA
(145100069)
Dosen Pembimbing
:Arie Setya Putra,S.Kom.,M.T.I
Mata Kuliah :
Struktur Data
PROGRAM
STUDI SISTEM INFORMASI
SEKOLAH
TINGGI MANEJEMEN INFORMATIKA
2014/2015
DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI
i
BAB I
Pendahuluan
1
1.1.Latar
1
1.2. Rumusan Masalah
1
BAB II
Tinjauan Masalah
2.1. Pegertian Sistem
2
2.2. Pegertian Informasi
2
2.3. Pegertian Sistem Informasi
3
2.4. Pegertian Rumah Sakit
4
2.5. Pegertian Pasien
4
2.6. Pegertian Sistem Antrian
4
2.7. Pegertian Sejarah
4
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Rumah
sakit merupakan tempat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
sebab itu, saat ini banyak pemilik rumah sakit yang berlomba-lomba menyajikan
kenyamanan di rumah sakit yang mereka punya. Misalnya saja dengan kursi tempat
para pasien menunggu saat ini tak jarang ada yang sudah menggunakan sofa,
kemudian di rumah sakit dilengkapi dengan televisi, lalu ada kantinnya serta
tempat ATM. Semua itu dilakukan hanya untuk memanjakan para pasien yang sedang
berobat kerumah sakit tersebut agar dapat lebih nyaman lagi dan terus
berkunjung ke rumah sakit tersebut ketika mereka sedang sakit.
Tidak hanya dari segi fisiknya saja
diberi suatu kenyamanan, tapi juga dari segi pelayanannya harus memuaskan
pasienya. Dimulai dari dokter, suster, sampai ke resepsionisnya untuk
pendaftaran pasien dibuat seramah mungkin dan diharapkan dapat memberikan
pelayanan yang memuaskan bagi para pasien yang datang ke rumah sakit bumi
waras bandarlampung yang beralamtkan di Jl. WR.Monginsi di No.235 Penjaga Ran
Teluk Betung Bandar Lampung, Indonesia 34163. Tlpn (0721) 254589
I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, “Bagaimana Sistem Informasi Antrian Pasien pada Rumah
Sakit Bumi Waras Kota Bandar Lampung”?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian Sistem
Suatu
sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan
, karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi
pemerintah, rumah sakit, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat
berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait
dalam sistem tersebut.
Istilah
sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang
saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga
membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu
tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu
: Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar
Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran
Sistem, Pengolahan Sistem danSasaran
Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 )
2.2.
Pengertian Informasi
Informasi
adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk
jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).
Informasi
adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi
penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di
dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi
dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi
atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat
(Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien
(Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat
dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta,2009:8 )
2.3.
Pengertian Sistem Informasi
Sistem
informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18)
adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem
informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara
penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah
tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan
mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem
informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga
faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan
tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka
struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam
keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang
menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang
dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal
dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga
jadi tergabungkan perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al
Fatta, 2009:9)
Menurut
Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan
strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Berdasarkan
pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah
sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan
yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan
organisasi.
Informasi
dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
a.
Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
b.
Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada
informasi yang telah ada.
c.
Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah
sebelumnya.
d.
Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
2.4. Pengertian Rumah
Sakit
Abad pertengahan,
rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal
pada zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau
persinggahan musafir.
Istilah hospital (rumah sakit) berasal dari kata Latin, hospes (tuan
rumah), yang juga menjadi akar kata hotel dan hospitality (keramahan).
Beberapa
pasien bisa hanya datang untuk diagnosis atau terapi ringan untuk kemudian
meminta perawatan jalan, atau bisa pula meminta rawat inap dalam hitungan
hari, minggu, atau bulan. Rumah sakit dibedakan dari institusi kesehatan lain
dari kemampuannya memberikan diagnosa dan perawatan medis secara menyeluruh
kepada pasien.
Rumahsakit
menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: is an integral
part of social and medical organization, the function of which is to provide
for the population complete health care, both curative and preventive and
whose out patient service reach out to the family and its home environment;
the hospital is also a centre for the training of health workers and for
biosocial research.
2.5. Pengertian Pasien
Pasien
adalah orang sakit yang dirawat dokter penderita sakit
dalam pasien yg memperoleh pelayanan tinggal atau dirawat pd suatu unit pelayanan kesehatan tertentu; pasien yg dirawat di rumah sakit, jalan pasien luar, luar pasien yg hanya memperoleh layanan kesehatan tertentu, tidak menginap pd unit pelayanan kesehatan, opname pasien yg memperoleh pelayanan kesehatan menginap dan dirawat di rumah sakit pasien rawat inap, rawat inap pasien opname pasien dalam.
dalam pasien yg memperoleh pelayanan tinggal atau dirawat pd suatu unit pelayanan kesehatan tertentu; pasien yg dirawat di rumah sakit, jalan pasien luar, luar pasien yg hanya memperoleh layanan kesehatan tertentu, tidak menginap pd unit pelayanan kesehatan, opname pasien yg memperoleh pelayanan kesehatan menginap dan dirawat di rumah sakit pasien rawat inap, rawat inap pasien opname pasien dalam.
2.6. Sistem Antrian
Suatu cara tertentu untuk mempertahankan pelanggan sehingga suatu
organisasi
selalu berusaha untuk memberikan
pelayanan
yang terbaik. Pelayanan
yang terbaik tersebut diantaranya adalah memberikan
pelayanan yang cepat sehingga pelanggan
tidak dibiarkan
menunggu terlalu lama.
Dalam tugas ini permasalahan
yang akan
dibahas adalah Sistem Informasi antrian pada Rumah Sakit Bumi
Waras Bandar Lampung.
2.7. Sejarah Singkat RS.Bumi Waras
Pada tahun 1986
berdiri Klinik Spesialis Bumi Waras dibawah naungan Yayasan Bumi Waras
yang menyelenggarakan pelayanan :Pelayanan Rawat jalan, Gawat
Darurat, Fasilitas Pelayanan Rawat Inap dengan 20 tempat tidur, Pelayanan
Radiologi, Laboratorium, kamar Bedah dan Kamar
bersalin.
Pada tahun 1989Klinik Spesialis Bumi
Waras berkembang menjadi rumah sakit umum swasta dibawah naungan Yayasan
Raden Saleh sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan RI No.
920/Menkes/Per/XII/86, tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di bidang
Medik.
Fasilitas Pelayanan
Rumah sakit Bumi Waras dikembangkan bertambah dengan Pelayanan Spesialis:
Kardiologi, Pernyakit Dalam, Obstetri & Ginekologi, Kesehatan Anak,
Spesialis Gigi bedah mulut, THT dan Mata. Pelayanan Kesehatan Penunjang :
Farmasi, Gizi dan Rehabilitasi Medik. Fasilitas Rawat Inap: Terdiri dari
52 (lima puluh dua) tempat tidur yang meliputi: Kelas VIP, Kelas I, Kelas II
dan Kelas III.
Pada tahun 1990 Rumah Sakit Bumi Waras
mendapat izin tetap dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor: 150/Yanmed/RSKS/XII/1990 pada tanggal 20 Desember 1990.
Pada tahun 1994 RSBW menambah kapasitas tempat tidur menjadi 85 tempat tidur
dan pada tahun 1995 menjadi 96 tempat tidur.
Pada tahun 1997 Rumah
Sakit Bumi Waras memperoleh izin perpanjangan operasional
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
YM.02.04.3.5.3514. Pada tahun 1998 jumlah tempat tidur dikembangkan menjadi
104 tempat tidur. Pada tahun 2002 Kepemilikan Rumah Sakit Bumi Waras
dialihkan dari Yayasan Raden Saleh kepada PT. Andall Waras. Pada tahun
2007 fasilitas rawat inap Rumah Sakit Bumi Waras dikembangkan menjadi
138 tempat tidur.
Pada tahun 2009 Rumah Sakit Bumi Waras
memperoleh izin perpanjangan operasional Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No. YM.02.04.2.2.910. Pada bulan Mei 2009 dilaksanakan
peletakan batu pertama oleh Direktur PT. Andall Waras & Direktur RS. Bumi
Waras dalam rangka pembangunan gedung baru RS. Bumi Waras (4 tingkat) sesuai
dengan rencana pengembangan fisik gedung dan penambahan jumlah tempat tidur.
Daftar Pustaka
ü Dwi Jaya, Irfan 2011, Sistem Informasi Rumah Sakit Dr. AK Gani Palembang, Vol. 01
No. 03, Jurnal Teknologi dan Informatika (Teknomatika), STMIK PalComTech
Palembang, Palembang.
ü Al Fatta, Hanif 2008, Analisis dan
Perancangan Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta.
ü http://webrsbumiwaras.blogspot.com/2013/01/sejarah-rumah-sakit-bumi-waras.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar