Sabtu, 30 Mei 2015

SISTEM ANTRIAN PASIEN PADA RUMAH SAKIT BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG



 









Disusun Oleh :
SEFTA PURNAMA
(145100069)


Dosen Pembimbing :Arie Setya Putra,S.Kom.,M.T.I
Mata Kuliah : Struktur Data



PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANEJEMEN INFORMATIKA
2014/2015

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
BAB I Pendahuluan 1
1.1.Latar 1
1.2. Rumusan Masalah 1
BAB II Tinjauan Masalah
2.1. Pegertian Sistem 2
2.2. Pegertian Informasi 2
2.3. Pegertian Sistem Informasi 3
2.4. Pegertian Rumah Sakit 4
2.5. Pegertian Pasien 4
2.6. Pegertian Sistem Antrian 4
2.7. Pegertian Sejarah 4
DAFTAR PUSTAKA ii



BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan tempat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, saat ini banyak pemilik rumah sakit yang berlomba-lomba menyajikan kenyamanan di rumah sakit yang mereka punya. Misalnya saja dengan kursi tempat para pasien menunggu saat ini tak jarang ada yang sudah menggunakan sofa, kemudian di rumah sakit dilengkapi dengan televisi, lalu ada kantinnya serta tempat ATM. Semua itu dilakukan hanya untuk memanjakan para pasien yang sedang berobat kerumah sakit tersebut agar dapat lebih nyaman lagi dan terus berkunjung ke rumah sakit tersebut ketika mereka sedang sakit.
            Tidak hanya dari segi fisiknya saja diberi suatu kenyamanan, tapi juga dari segi pelayanannya harus memuaskan pasienya. Dimulai dari dokter, suster, sampai ke resepsionisnya untuk pendaftaran pasien dibuat seramah mungkin dan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para pasien yang datang ke rumah sakit bumi waras bandarlampung yang beralamtkan di Jl. WR.Monginsi di No.235 Penjaga Ran Teluk Betung Bandar Lampung, Indonesia 34163. Tlpn (0721) 254589
I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, “Bagaimana Sistem Informasi Antrian Pasien pada Rumah Sakit Bumi Waras Kota Bandar Lampung”?








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Sistem
Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, rumah sakit, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.
Istilah sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem danSasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 )

2.2. Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta,2009:8 )



2.3. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9)
Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.
Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri  yaitu:
a. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
b. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang telah ada.
c. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya.
d. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
2.4. Pengertian Rumah Sakit
 Abad pertengahan, rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal pada zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau persinggahan musafir. Istilah hospital (rumah sakit) berasal dari kata Latinhospes (tuan rumah), yang juga menjadi akar kata hotel dan hospitality (keramahan).
Beberapa pasien bisa hanya datang untuk diagnosis atau terapi ringan untuk kemudian meminta perawatan jalan, atau bisa pula meminta rawat inap dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Rumah sakit dibedakan dari institusi kesehatan lain dari kemampuannya memberikan diagnosa dan perawatan medis secara menyeluruh kepada pasien.
Rumahsakit menurut WHO Expert Committee On Organization Of Medical Care: is an integral part of social and medical organization, the function of which is to provide for the population complete health care, both curative and preventive and whose out patient service reach out to the family and its home environment; the hospital is also a centre for the training of health workers and for biosocial research.

            2.5. Pengertian Pasien
Pasien adalah orang sakit yang dirawat dokter penderita sakit
dalam pasien yg memperoleh pelayanan tinggal atau dirawat pd suatu unit pelayanan kesehatan tertentu; pasien yg dirawat di rumah sakit, jalan pasien luar, luar pasien yg hanya memperoleh layanan kesehatan tertentu, tidak menginap pd unit pelayanan kesehatan, opname pasien yg memperoleh pelayanan kesehatan menginap dan dirawat di rumah sakit pasien rawat inap, rawat inap pasien opname pasien dalam.

2.6. Sistem Antrian
Suatu cara tertentu untuk mempertahankan pelanggan sehingga suatu organisasi selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan yang terbaik tersebut diantaranya adalah memberikan pelayanan yang cepat sehingga pelanggan tidak dibiarkan menunggu terlalu lama.
Dalam tugas ini permasalahan yang akan dibahas adalah Sistem Informasi antrian pada Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Lampung.

2.7. Sejarah Singkat RS.Bumi Waras
Pada tahun 1986 berdiri  Klinik Spesialis Bumi Waras dibawah naungan Yayasan Bumi Waras yang menyelenggarakan pelayanan :Pelayanan Rawat jalanGawat DaruratFasilitas Pelayanan Rawat Inap dengan 20 tempat tidurPelayanan RadiologiLaboratoriumkamar Bedah dan Kamar bersalin.
Pada tahun 1989Klinik Spesialis Bumi Waras berkembang menjadi  rumah sakit umum swasta dibawah naungan Yayasan Raden Saleh sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 920/Menkes/Per/XII/86, tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta di bidang Medik.
Fasilitas Pelayanan Rumah sakit Bumi Waras dikembangkan bertambah dengan Pelayanan Spesialis: Kardiologi, Pernyakit Dalam, Obstetri & Ginekologi, Kesehatan Anak, Spesialis Gigi bedah mulut, THT dan Mata. Pelayanan Kesehatan Penunjang : Farmasi, Gizi dan Rehabilitasi Medik. Fasilitas Rawat Inap: Terdiri dari  52 (lima puluh dua) tempat tidur yang meliputi: Kelas VIP, Kelas I, Kelas II dan Kelas III.
Pada tahun 1990 Rumah Sakit Bumi Waras mendapat izin tetap dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 150/Yanmed/RSKS/XII/1990 pada   tanggal 20 Desember 1990. Pada tahun 1994 RSBW menambah kapasitas tempat tidur menjadi 85 tempat tidur dan pada tahun 1995 menjadi 96 tempat tidur.
Pada tahun 1997 Rumah Sakit Bumi   Waras memperoleh izin perpanjangan  operasional Keputusan Menteri Kesehatan   Republik Indonesia  No. YM.02.04.3.5.3514. Pada tahun 1998 jumlah tempat tidur dikembangkan menjadi 104  tempat tidur. Pada tahun 2002 Kepemilikan Rumah Sakit Bumi Waras dialihkan dari  Yayasan Raden Saleh kepada PT. Andall Waras. Pada tahun 2007 fasilitas rawat inap Rumah Sakit Bumi Waras dikembangkan menjadi  138 tempat tidur.
Pada tahun 2009 Rumah Sakit Bumi Waras memperoleh izin perpanjangan  operasional Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  No. YM.02.04.2.2.910. Pada bulan Mei 2009 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Direktur PT. Andall Waras & Direktur RS. Bumi Waras dalam rangka pembangunan gedung baru RS. Bumi Waras (4 tingkat) sesuai dengan rencana pengembangan fisik gedung dan penambahan jumlah tempat tidur.




Daftar Pustaka
ü  Dwi Jaya, Irfan 2011, Sistem Informasi  Rumah Sakit Dr. AK Gani Palembang, Vol. 01 No. 03, Jurnal Teknologi dan Informatika (Teknomatika), STMIK PalComTech Palembang, Palembang.
ü  Al Fatta, Hanif 2008, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta.
ü  http://webrsbumiwaras.blogspot.com/2013/01/sejarah-rumah-sakit-bumi-waras.html